This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, 14 December 2010

Galeri Sidang Paripurna RUU KY 2010














kontributor: Dandy Damar Raharja

Juru Bicara Partai Demokrat Disoraki Massa



(Yogyakarta, 13/12) Dalam Sidang Paripurna pembahasan draft Rancangan Undang-undang Keistimewaan Yogyakarta (RUU KY), ketua DPRD, Yoeke Indra Agung Laksana memimpin jalannya sidang yang dihadiri 44 dari 55 anggota. Enam fraksi menyatakan sepakat dengan keistimewaan dengan salah satu bentuknya, penetapan Sultan Hamengku Buwono sebagai gubernur dan Paku Alam sebagai wakil gubernur.

Hanya Fraksi Partai Demokrat melalui juru bicara Agung Prasetya yang tidak menyatakan secara tegas penetapan Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur. Namun partai ini malah setuju seandainya Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur seumur hidup. Hampir setiap pernyataannya mendapat sorakan "huuu..." dari massa (OA)

Nyanyian Merdu Dalam Ruang Sidang



(Yogyakarta,13/12) Sidang paripurna DPRD berjalan sekitar cukup hikmat. Ruang sidang dihadiri delapan fraksi guna membahas RUUK DIY yang masih belum juga menemukan jalan keluar. Masyarakat Jogja sementara waktu menunggu diluar gedung sembari menunggu hasil pembahasan rapat paripurna. Rapat terhenti sejenak, bukan karena sidang dipending, melainkan seorang lelaki masuk kedalam ruang sidang dan bernyanyi disela sidang. “Woo,oo,oo…Penetapan Jogjakarta”, sedikit potongan lirik lagu yang dinyanyikan oleh pria gondrong yang kami ketahui bernama Untung. Ia berjalan ke tengah ruang sidang dan terus menyanyi. Sampai akhirnya pimpinan sidang memutuskan untuk melanjutkan rapat paripurna tersebut.

Ketika diwawancarai mengenai motifnya bernyanyi, pria bernama lengkap Untung Basuki ini menuturkan hanya sekedar spontanitas saja. “Ini hanya spontan mas, saya hanya mendukung penetapan Jogja. Cuma mau ngasi semangat, pidato terus nggak ada variasi”, tuturnya kepada Tim Ekonomika. Pria berusia 60 tahun ini juga menyesalkan pembahasan RUUK DIY yang tidak segera disahkan. Dan menurutnya pemerintah sangat lambat dalam membahas RUU ini (OA)

Hans Jansen : “Warga Papua Untuk Jogja”

Gemuruh terdengar siang-siang di 13 Desember 2010. Seorang lelaki mengenakan topi berboneka cenderawasih. Hans Jansen, pria kelahiran Papua ini turun mengikuti demonstrasi akbar menuntut penetapan gubernur dan wakil gubernur Yogyakarta. “Kami warga Papua untuk Jogja, kami semua merasa terpanggil. Penetapan untuk Jogja”, tuturnya. Pria ini juga mengisahkan bahwa masuknya Papua ke dalam RI tidak lepas dari peran Jogjakarta. “Trikora dulu dikumandangkan di Jogja, dan itu juga peran Sultan HB IX(Sembilan), peran kraton”, tambahnya menggebu-gebu. Mereka juga menampilkan beberapa kesenian khas Papua untuk mendukung aksi akbar ini. Hans Jansen juga menuntut agar rancangan RUUK DIY agar segera disahkan. Saat ini hampir sekitar 7000 pemuda Papua menempuh kuliah di Yogjakarta yang terbagi dibeberapa universitas yang ada di Jogjakarta (OA).

Sunday, 12 December 2010

Sedikit Doa Syukur

Sedikit Doa Syukur

Pagi mulai memasuki masa pasang

Matahari sudah membakar embun sejak lama

Bekas basah hujan mengering dan menguap

Udara yang segar sudah berlalu

--Pagi--

Semangat memulai semuanya

Doa dan pujian syukur menghembus dari uap nafas perlahan

Ada cahaya dari tiap binar mata kawan-kawan

Mereka menepis malas dan kantuk dengan menggunakan indra samping kepala menyerap ilmu segala

Tuhan, firmanMu kami ambil dan kami simpan dalam genggam jemari

Tuhan, doa restuMu kami harap hingga nanti. Nanti. Dan nanti

Tuhan, terima kasih disampaikan lewat hening doa kami

Ridhai langkah kami memulai hari esok sebagai manusia pembawa warta kebenaran

Tuhan, kami ingin menjadi pejuang untuk jiwa yang terkungkung di luasnya samudera dusta

Tuhan, kami terima kasih padaMU, atas hari ini dan esok


12 Desember 2010 @Kadisoka, hari terakhir DJTD Magang LPM Ekonomika FE UII