This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, 4 April 2011

Akulah Wakilmu

Ibu pertiwi,
Hinggaku tulis ini, kau masih berduka
Bukan tanpa sebab,
Melihat Indonesiaku tertatih persoalan tak kunjung henti
Bah berhenti ?
Lihatlah ibu,
Bagaimana kemelut persoalan itu membelenggu
Ketika hukum bisa dibeli
Harus kemana hamba sahaya tak bersalah lari
Pengangguran merajalela sementara SDA dikeruk lain bangsa
Banyak anak pribumi putus sekolah
Moral bangsa yang semakin jauh dari norma
Si miskin dan si kaya berebut subsidi pemerintah
Lantas bagaimana dengan pemerintah ?
Oleh, dari dan untuk rakyat hanya jargon saja
Entah apayang dipikirnya
Saat sidang berlangsung mereka hanya TA
Tenang…. Ibu pertiwi
Masih ada anakmu yang berbakti
Takperlu bersedih hati
Anakmu datang membawa perubahan
Di negeri ini, Indonesia
Karena bukan dia atau mereka wakilmu
Tetapi aku

(Puisi Oleh: Medinah Arisanty)

Negeriku Negeri Mafia

Dulu negeriku dikenal dengan kearifan budayanya
Senyum sapa ramah ciri khas pribadinya
Kebijaksanaan milik rakyat maupun penguasa
Tetap tegar ditengah gempuran sang adidaya
Itu dulu…………..
Kini, budi pekerti luhur semakin luntur
Kepentingan rakyat seakan digusur
Penguasa tak lagi mau jujur
Mereka bilang, biar saja negeri ini hancur
Uang telah menjadi dewa
Yang halal jadi haram, haram pun dihalalkan
Intelektualitas dijadikan senjata
Korupsi, kolusi, nepotisme menjadi hal yang biasa
Penjahat kerah putih merajalela
Tak dapat mangsa, nyawalah taruhannya
Sekarang, tak ada kenyamanan di negeriku ini
Sang pengayom tak lagi mau mengayomi rakyatnya
Sang pengadil melepaskan tikus-tikus pemangsa
Hukum hanyalah hiasan pelengkap
Untuk melegalkan tindakan para mafia

(Puisi Oleh: Ratri Dwi Putriana)

Monday, 28 March 2011

jejak hari pertama PEMILWA FE UII






Yogyakarta, 29 Maret 2011

Hari ini merupakan hari pertama pencoblosan para calon pemimpin mahasiswa di lingkungan KM UII. Nampak kotak alumunium berdiri tegak di salah satu sisi hall tengah fakultas ekonomi UII. pukul 12.32 tim EKONOMIKA mampir untuk membincangkan PEMILWA bersama PANWIL (panitia wilayah) PEMILWA FE UII. Kami mendapat kabar (informasi dari pukul 12.32 hingga 15.00 WIB-red) jumlah pencoblos dari kampus Antara ini sudah berjumlah 190 orang. Setiap pencoblos, akan didata oleh PANWIL dengan microsoft Excel. Hal ini didukung juga dengan pernyataan Ahmed Zahri, PANWIL yang lain, bahwa data yang sudah di Excel itu akan mampu mencegah adanya pencoblos yang mencoblos

Kala Hitam di Bulan Maret

UKM Karate Kala Hitam kembali mengukir prestasi di arena pertandingan Pekan Olahraga Mahasiswa (POMDA) Daerah Istimewa Yogyakarta cabang olahraga karate, yang diselenggarakan 26-27 Maret 2011 lalu di gedung Multi Purpose Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Enam orang mahasiswa turun di pertandingan tersebut sebagai kontingen dari UII. antara lain: Rahmatullah (10.311.473), Sanjaya Ancas Mahardika (10.311.213), Mahfud Asyari (05.311.507), Bram Bagus Saputra (09.312.057) yang menyabet gelar juara tiga di kelas -84 kilogram, Johan Putranto Nugroho (09.312.204) yang berhasil mendapatkan juara dua di kelas -84 kilogram, serta Bhayu Andreawan (09.312.200) yang juga meraih juara dua di kelas +84 kilogram.
Pelatih tim Kala Hitam, Kanco Hersuwan Bangun menceritakan bahwa persiapan yang dilakukan oleh timnya hanya berlangsung selama satu minggu. Diturunkannya mereka di pertandingan ini juga bertujuan untuk melatih mental kawan-kawan Kala Hitam agar lebih berani dan percaya diri.

Friday, 25 March 2011

rekam jejak PEMILWA di Tanah FE UII







(maaf, foto orasi bakal calon DPM FE UII ini hanya diambil saat kira-kira pukul 11.15 WIB)

Friday, 14 January 2011

Tentang Frau


Siapa yang tidak tahu Frau? terutama bagi kalangan penikmat musik indie Jogja, ya? Penyanyi yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa S1 jurusan Antropologi Ugm. Sentuhan piano dan vokal yang menderu masuk mendalam mejadikan inti dari musik Frau, dalam masa kontemplasi perubahan budaya saat ini., hal itu yang menjadikan musiknya berbeda dengan yang lain. Ketenangannya disaat membawa sebuah lagu, membuatnya ia fokus pada bait-perbait syair lagu yang dinyanyikannya pada setiap tempat yang ia nyanyikan.

Berawal dari sebuah hobi yang kemudian masuk menjadi sebuah kesukaan, membuahkan kesuksesan, tepatnya disaat ia menciptakan 4 karya mini lagu yang ia beri judul Starlit Crausel pada album mininya yang berlanjut ia posting di jejaring media musik myspace. Beranjak dari banyaknya para penikmat musikyang mendownload , yang akhirnya digandeng oleh label rekaman Cakrawala records.

Kita temukan lagu-lagu ciptaannya (Intensity Intimately, Glow, Rat and Cat, I'm a Sir, Salahku- Sahabatku, Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa, Mesin Penenun Hujan) yang mengisahkan problematika yang dihadapi pergolakan masa-masa transisi penemuan diri. Seperti yang ada pada albumnya yang direkam ulang Cakrawala records. 

Dalam Tempo hal 63, edisi 3-9 Januari 2011 dikatakan Frau: lagu-lagu di album ini pada intinya merupakan respon perempuan muda atas bermacam hal dalam hidupnya: sahabat, keluarga, identitas, dan cinta pada umumnya.
Sehingga tidak heran pada edisi Tempo tersebut mencatat, sebagai tokoh seni tempo 2010 sejajar dengan Fitri Setyaning (koreografer), Hanung brahmantyo (pembuat film), Krisna Murti (seniman video), dan Hanna Fransisca (penyair) di catatan tempo.
Diusia yang masih terbilang belia, 20 tahun Frau dapat mengekspresikan karyanya dengan sentuhan yang khas dan menarik kepada mereka penggemar musik. Terutama disaat banyaknya para musisi yang hanya mengandalkan sebuah bentuk karya yang indah dan laku terjual, tanpa memahami adanya esensi dari penikmatan musik itu sendiri (arie heraldin)

Thursday, 23 December 2010

Sportivitas

Gool…!sorak sorai dimana-mana. Masyarakat seolah terhipnotis oleh penampilan Tim Nasional Indonesia yang mulai merangkak menuju perbaikan. Obrolan ringan tentang sepakbola Indonesia seperti tidak ada henti-hentinya. Respon pun bermunculan dari segala penjuru negri. Mulai dari tukang sapu, pedagang kaki lima, sampai dengan politisi pun terkena imbas euphoria masuknya Timnas Indonesia menuju Final AFF Suzuki Cup.
Benar adanya karier persepakbolaan Timnas Indonesia sedang merangkak naik. Kemenangan beruntun yang diraih oleh pejuang garuda memang patut diacungi jempol. Semua ingin turut berpartisipasi untuk mendukung karier Timnas Indonesia. Mendatangi lapangan tempat timnas berlatih dilakukan bagi sekawanan warga yang ingin melihat dan mendukung timnas Indonesia. Lagu kebangsaan baru “Garuda Di Dadaku” hinggap hampir di seluruh penjuru negeri. Politisi pun tidak mau ketinggalan, jamuan-jamuan dilakukan untuk “menyemangati” punggawa-punggawa yang akan berlaga. Pertanyaannya, kemana dukungan-dukungan tersebut ketika Timnas kita kalah dan belum mampu berbuat banyak?
Beragam intepretasi muncul ketika sikap Abu Rizal Bakri memberikan jamuan di kediamannya beberapa waktu yang lalu. Langkah menyambut kesuksesan Timnas sepakbola Indonesia dianggap sebagai langkah politik. Terlebih , lelaki yang akrab dikenal dengan Ical ini sedang didorong penuh oleh Golkar maju ke kancah pemilihan presiden 2014 mendatang. Apakah momen ini dijadikan pencitraan Ical guna meriah kursi RI 1?
Menurut sebuah sumber (detik.com) , Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso membantah adanya niat politik Ical dalam perjamuan dengan Timnas, Senin (20/12/2010) kemarin. Menurutnya wajar ketika sebagian kalangan berpendapat demikian. Melalui sumber yang sama, ketua DPD Iman Gusman mengatakan bahwa PSSI tidak boleh dijadikan alat politik praktis.
Sepak bola hakikatnya sangat menjunjung nilai-nilai sportivitas. Menang dengan cara terhormat adalah suatu kebanggaan. Benar adanya sampai saat ini perhelatan sepakbola Indonesia masih terjadi kecurangan. Apakah ini salah? Tidak, ketika kita melihat para pemimpin bangsa kerap bahkan sering melakukan tindakan unfair dalam menjalankan roda pemerintahan. Wajar ketika banyak kalangan yang berpandangan skeptis ketika Ical memberikan jamuan kepada Timnas Indonesia yang baru lolos ke Final.
Para politisi dari partai lain pun seperti burung yang saling sahutan melihat sikap ketua partai Golkar tersebut. Pandangan miring dari partai lainnya tak ubahnya seperti macan yang berebut mangsa. Adakah apresiasi yang sepadan ketika timnas Indonesia mengalami masa keterpurukan?. Adakah bonus bonus yang diberikan kepada para pejuang garuda yang sudah berjuang maksimal walaupun belum menuai hasil memuaskan?. Dan masihkah ada perhatian selepas perhelatan ini usai? Kita lihat saja (OL)