This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, 6 November 2010

Situasi Terakhir di Yogyakarta

Yogyakarta,(6/11/2010)-Situasi Yogyakarta khususnya Condong Catur saat ini diguyur hujan, masyarakat tetap menjalankan kegiatan seperti biasa. Kepanikan warga sekitar tidak terlihat lagi. Namun, tetap dihimbau kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker bila keluar rumah

Posko Insidental di Klaten Membutuhkan Bantuan

Klaten,5/11/2010- Sekitar pukul 17.50 WIB tim Ekonomika sampai di gedung serba guna desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Keramaian begitu nampak disana, anak-anak yang berlarian tanpa alas kaki dan motor-motor yang berdebu. Sesampainya di parkiran, kami menurunkan dua dus air mineral dan satu dus mie instan dan menyerahkannya kepada seorang remaja pria yang kemudian kami ketahui sebagai petugas administrasi di posko bencana erupsi merapi yang yang berdiri secara insidental ini .

Lagi, Merapi Mengeluarkan Lava Pijar

Sabtu (06/11/2010) pukul 01.10 WIB dini hari, Merapi kembali terlihat mengeluarkan lava pijarnya. Kali ini lava tersebut mengarah ke barat atau arah Kali Kuning dan Kali Gendol. Untuk lebih jelasnya, info dapat dilihat dari detikNews.com atau klik klink berikut ini http://www.detiknews.com/read/2010/11/06/023556/1487918/10/tampak-lava-pijar-merapi-meleleh-ke-arah-selatan-timur-dan-barat

Stadion "Pengungsian" Maguwoharjo

Keadaan di barak pengungsian stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta, masih memprihatinkan. Kondisi tersebut dapat kita lihat secara langsung ketika memasuki halaman depan stadion. Kondisi yang memperihatinkan itu meliputi lingkungan tempat pengungsi istirahat yang tergolong kurang sehat karena banyak sampah berserakan dan genangan air akibat hujan deras yang sempat mengguyur kota Jogja sore tadi.
Adapun beberapa pengungsi masih mengeluhkan kurangnya logistik yang diterima, seperti pakaian dalam, selimut, dan popok bayi. Para pengungsi yang sebagian besar ditempatkan di tribun stadion pun tak pelak mengaku mengalami susah tidur. Hal ini diakui mereka karena tempat istirahat yang kurang nyaman dan udara malam yang memang cukup dingin.

Friday, 5 November 2010

Pengendara Mabuk, Motor Tergelincir,

Korban diangkut keambulan.
Jumat (5/11). Pada pukul 21.15 tadi, terjadi kecelakaan motor didaerah Jalan Kaliurang kilometer 4. Licinnya jalan akibat hujan yang terjadi sore tadi membuat salah satu pengendara motor terjatuh. Pengendara tersebut pingsan seketika. Dari hidungnya keluar darah, dan terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya. "Tadi jatuh sendiri, langsung pingsan ditempat mas", ujar saksi mata yang berada dilokasi kejadian.

Kota mati bernama, Pakem

Debu menumpuk di sepanjang jalan. Sepi dan sunyi, begitulah mungkin kami dapat menggambarkan keadaan Pakem sekarang. Hal ini sangat ironis dibandingkan ketika kita melihat Pakem yang pada hari biasa selalu ramai mendadak sepi karena meletusnya Merapi dini hari tadi.

Sore itu bersama rekan saya di Ekonomika , Fazza mencoba melihat Merapi lebih dekat. Pemandangan yang kami lihat ternyata sangat jauh dari suasana merapi beberapa waktu yang lalu (red: sebelum merapi meletus). Hari ini merapi memang menampakkan keganasannya. Erupsi yang sangat besar dan hujan abu menyebabkan Jogjakarta dan sekitarnya tertutup abu vulkanik.(gambar foto pakem). Perjalanan kami menyusuri jalan kaliurang memang sempat terhenti di kampus terpadu Universitas Islam Indonesia di jalan kaliurang, karena banyak relawan yang berjaga dan melarang warga untuk naik ke atas (red:Kaliurang).

Nyali kami diuji waktu itu, dengan sedikit keberanian akhirnya kami mencoba tetap naik menuju arah Pakem. Sontak kami terkejut ketika melihat keadaan pakem bagaikan kota mati. Pasar Pakem yang

biasanya ramai dari pagi hingga sore menjadi sepi. Hanya ada beberapa motor yang masih mau melintas di sini. Dahsyatnya letusan Merapi dini hari tadi membuat penduduk Pakem dan sekitarnya dihimbau untuk meninggalkan wilayah sekitar Merapi. Jarak Pakem yang hanya 14km dari Gunung Merapi menciutkan nyali warga untuk tetap tinggal di rumah masing masing. Bersama keluarga dan rekan, warga mengungsi dan mencari tempat yang aman dari letusan gunung teraktif di dunia ini. Posko utama pengungsian di Pakem juga telah di tutup. Nampak hanya ada satu orang tentara yang berjaga di perempatan Pakem. “ tidak ada penjagaan khusus sekarang mas, warga yang lewat di perempatan pakem dibiarin saja. kan sudah ada himbauan dari pemerintah” tutur Gatot yang sedang berjaga sembari merokok. Lelaki berseragam miiliter menambahkan bahwa tidak ada penjagaan yang khusus, dan tidak ada evakuasi lagi baik dari tim SAR atau lainnya. “Kalaupun masih ada tim SAR han-

ya menjemput di titik kumpul” tambahnya. Aliran di kanan(Kaliboyong) dan kiri (Kalikuning) Pakem sudah dipenuhi oleh lahar dingin sisa erupsi dini hari tadi.Toko, kios, Puskesmas,Rumah sakit juga ikut tutup menyusul bencana ini. Tidak ada denyut aktivitas di seputaran Pakem.

Akhirnya waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB, hujan turun cukup deras. Hanya ada beberapa warga yang tampak sore itu. Motor pun kami hidupkan, perlahan kami turun menyusuri jalan Kaliurang untuk kembali menuju sekretariat Ekonomika.

UII Jadi “Portal Aman” Bencana Merapi

Debu sisa hasil erupsi merapi dini hari tadi (5/11), masih menumpuk di sepanjang jalan kaliurang. Sore ini tim Ekonomika mencoba mencoba melihat langsung keadaan daerah Pakem ke atas. Akan tetapi kami terhenti di depan kampus Universitas Islam Indonesia (UII) terpadu, yang berlokasi di jalan kaliurang km 14,5. Puluhan warga memasang portal untuk membatasi warga yang hendak naik. Hal ini dikarenakan himbauan dari pemerintah yang sudah menghimbau agar wilayah pakem segera dikosongkan. Banyaknya warga yang tetap nekat disayangkan oleh para relawan dan petugas yang berjaga.” Kita uda pada coba menghimbau warga untuk tidak naik, tapi warga tetep ngeyel” tutur seorang relawan yang berjaga di sana.

Beberapa warga memang tidak mengindahkan himbauan baik dari pemerintah, ataupun dari relawan yang berjaga. Beberapa warga beralasan bahwa mereka masih menjemput saudara atau memberi makan ternak. “ lha sodara ku masih di sana mas, ini mau tak jemput” kata Priyo salah seorang warga. Pemerintah berharap warga mau mendengarkan himbauan dari mereka, hal ini bertujuan agar musibah meletusnya gunung Merapi ini tidak menelan korban lebih banyak lagi.